h1

Catatan Networking Part-3

April 12, 2010


Kali ini kita akan membahas tentang Static-Routing. Static Routing ini cukup sederhana, logikanya kita tinggal membukakan pintu saja untuk network biar bisa saling berhubungan. **duh jelek banget yaa penjelasan teorinya**

oke gw kasih yang beneran deh, Static routing yaitu proses pemilihan path ke jaringan lain dari jaringan kita secara manual. Pada jaringan bersekala kecil sangat effektif menggunakan cara ini, tapi jika pada jaringan bersekala besar akan sangat merepotkan, bukanya tidak bisa, tapi akan sangat merepotkan aja….

settinganya seperti ini

Router-JKT ke Router-SBY

Router-JKT>enable

Router-JKT#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router-JKT(config)#ip route 10.68.0.0 255.255.255.0 20.136.160.2

Router-JKT(config)#exit
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
Router-JKT#sh ip route
Codes: C – connected, S – static, I – IGRP, R – RIP, M – mobile, B – BGP
D – EIGRP, EX – EIGRP external, O – OSPF, IA – OSPF inter area
N1 – OSPF NSSA external type 1, N2 – OSPF NSSA external type 2
E1 – OSPF external type 1, E2 – OSPF external type 2, E – EGP
i – IS-IS, L1 – IS-IS level-1, L2 – IS-IS level-2, ia – IS-IS inter area
* – candidate default, U – per-user static route, o – ODR
P – periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

10.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
S       10.68.0.0 [1/0] via 20.136.160.2
C       20.136.160.0/25 is directly connected, Serial0/3/0
172.18.0.0/29 is subnetted, 1 subnets
C       172.18.240.0 is directly connected, Serial0/3/1
Router-JKT#

**Setelah ini kalau kita ingin mencoba tes Ping ke ip 10.68.0.1 pasti sudah bisa, tapi tidak akan bisa ke 10.68.0.2.
Makanya sekarang kita masuk ke Router-SBY.**

Router-SBY>enable

Router-SBY#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router-SBY(config)#ip route 20.136.160.0 255.255.255.128 10.68.0.1

Router-SBY(config)#exit
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
Router-SBY#sh ip route
Codes: C – connected, S – static, I – IGRP, R – RIP, M – mobile, B – BGP
D – EIGRP, EX – EIGRP external, O – OSPF, IA – OSPF inter area
N1 – OSPF NSSA external type 1, N2 – OSPF NSSA external type 2
E1 – OSPF external type 1, E2 – OSPF external type 2, E – EGP
i – IS-IS, L1 – IS-IS level-1, L2 – IS-IS level-2, ia – IS-IS inter area
* – candidate default, U – per-user static route, o – ODR
P – periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

10.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C       10.68.0.0 is directly connected, Serial0/2/0
20.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C       20.0.0.0/8 is directly connected, Serial0/2/1
S       20.136.160.0/25 [1/0] via 10.68.0.1
Router-SBY#

sekarang coba tes Ping ke Router-JKT

Router-SBY>ping 20.136.160.1

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 20.136.160.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 62/78/110 ms

Router-SBY>
Router-SBY>

**Begitu juga sebaliknya

Router-JKT>ping 10.68.0.2

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.68.0.2, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 63/66/78 ms

Router-JKT>

h1

Catatan Networking – part 2

April 6, 2010

Assalamu’alaikum,

lanjut lagi yaa kawan-kawan… :p

sekarang gw mau berbagi apa-apa aja sih command-command di Router & Switch Cisco, tapi mungkin tidak akan kita bahas semuanya sekarang. Pelan-pelan saja kita mulai dari Router Command.

Command di router itu terdiri dari :

  • Usermode commands,
  • Privilegemode commands,
  • Global configuration mode commands,
  • Interface subconfiguration mode commands,
  • Line subconfiguration mode commands,
  • Subnterface subconfiguration mode commands,
  • IP routing protocol subconfiguration mode commands

yang akan kita bahas sekarang untuk usermode commands dan Privilegemode Commands

Usermode Commands

  1. disconnect, hapus sesi telnet dan logout
  2. enable, masuk ke privilegemode
  3. ping, tes ICMP ke IP Address lain
  4. tracerout, mendeteksi jalur yang dilewati

Privilegemode adalah suatu bagian dimana kita melihat semua data yang ada di router. contoh: kita ingin melihat konfigurasi router kita ketik show running-config

untuk Privilegemode Commands kita akan bagi lagi pembahasannya, karena banyak banget kawan command-commandnya. So, pelan-pelan aja yaa….hehehehehe :p

clear arp-cache, hapus cache arp

configure terminal, masuk ke global configuration mode

  • global configuration mode adalah bagian dalam router yang berfungi untuk  mensetting router tersebut

copy running-config startup-config atau write memory, simpan konfigurasi sekarang

  • command diatas ada banyak macamnya. Selain untuk menyimpan konfigurasi, bisa juga untuk meng-copy flashnya **ini akan dibicarakan dipart berikutnya :p

disable, kembali ke privilegemode dari global configuration mod

erase startup-config atau write erase, hapus file konfigurasi dari router

logout, keluar dari privilegemode

ping, test ICMP ke IP address yg lain

reload, load kembali startup-config/ restart

resume , konek kembali setelah diskonek

show access-list, memperlihatkan semua access-list dari semua protokol pada router

show banner, memperlihatkan banner

show cdp, memperlihatkan status CDP router

show cdp interface, memperlihatkan interface CDP

show cdp neighbor, memperlihatkan device yang terkoneksi dengan router

show clock, memperlihatkan waktu yang diset di Router

show flash, memperlihatkan IOS image dan file yang tersimpan di flash memory

silahkan dicoba yaa, bisa menggunakan packet tracer or simulasi network yang lain.

maap kalo ada yang salah tolong dibenerin yaa, krn kita masih sama-sama belajar nih… :p

Wasalam

Alfian Abe

h1

Catatan Networking – Part 1

April 6, 2010

Assalamu’alaikum,

catatan ini gw buat berdasarkan pengalaman gw selama menjadi network engineer. Mudah-mudahan bisa dibaca dengan mudah yaa….. :p

gw akan mulai dengan VLSM atau Variable Length Subnet Mask.
Bisa dibilang VLSM ini mengalokasikan IP blok subnet dalam network. Cukup membingungkan mungkin ya…hehehehe
dengan kata lain VLSM itu adalah suatu cara subneting untuk mengefisienkan pemakaian IP Address.

misal:

IP Address 201.45.222.0/24
subnet mask 255.255.255.0

IP diatas belum kita lakukan VLSM, jadi broadcast address yang dimiliki IP tersebut: 201.45.222.255 /24. Jadi ada 254 Host ==> ada 254 IP Address yang bisa digunakan.
Bagaimana kalau kita tidak menggunakan ke-254 IP tersebut??Bukankah akan sia-sia sekali.
oke dari IP diatas kita diminta untuk mengefisienkan IP tersebut.

oke dari penjelasan diatas kita telah membuat IP Address dengan cara VLSM sampai menjadi 14 Host.

mudah-mudahan bisa dimengerti yaaa…..ternyata VLSM itu mudah lho kawan. :p
selamat mencoba..

Wasalam

Alfian Abe

h1

Hello world!

April 6, 2010

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.